Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Review)

Malam itu suntuk sekali rasanya memikirkan ini itu yang membuat pikiran ini tidak bisa fokus. Mencoba menghibur diri, lantas aku buka google untuk mencari buku-buku yang sekiranya bisa dibaca secara gratis. Lalu ada satu judul yang menarik perhatian "Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990". 


Pertama kali liat, desain covernya yang agak jadul dengan gambar sederhana, lantas aku semakin terkejut ketika melihat siapa penulis buku ini. Pidi Baiq - Ya, si ayah, surayah, seorang imam besar di Republik The Panas Dalam. FYI, The Panas Dalam adalah salah satu band favorit saya. Klo kamu seorang mahasiswa dan punya banyak persoalan, coba deh dengerin lagu-lagu The Panas Dalam. OK. Dijamin! Dijamin makin stres. hehe ^^

Aku kaget, ternyata ayah (sebutan pidi baiq) juga menulis buku semacam teenlit.  Aku putuskan untuk membacanya via google playbook. Dan setelah membaca beberapa halaman contoh, saat itu juga aku berikrar, " Aku harus punya buku ini!"



Lalu mulailah saya berkelanan untuk mendapatkan buku ini. Dan anggap saja aku sudah mendapatkan bukunya dan membacanya dengan serta merta. 

Buku ini bercerita tentang kisah romansa ala anak muda era tahun 1990. Tahun kelahiran aku. Gaya bahasanya berbeda dengan novel-novel, buku-buku, yang sudah pernah aku baca. Sedikit berciri khas ala pujangga lama. Tak apa, aku suka. Aku pikir itu yang membuatnya menarik dan beda.

Di dalam buku, diceritakan jika Dilan adalah seorang pelajar sekaligus anggota geng motor yang baik dan sederhana dalam pembawaannya. Kesannya ceplas ceplos. Tokoh utama lainnya di dalam cerita adalah Milea Adnan Hussein. Seorang gadis yang menjadi pujaan Dilan, begitu juga sebaliknya. Yang paling menarik menurut adalah bagaimana cara Dilan menunjukkan perasaannya kepada Milea dengan cara-cara yang unik, nyeleneh tapi kesan romantisnya dapet.

Contohnya aja, Dilan, pada saat ultah Mile memberikan Milea kado berupa TTS (Teka Teki Silang) yang sudah diisi. Aneh bukan, namun sisi romantisnya Milea tak perlu pusing mengisi TTS tersebut karena sudah di isi oleh Dilan. Kebayang kan semalam suntuk buat ngisi TTS itu pengorbanannya kya gimana?

Ada pula, saat Mile sakit, Dilan bukan menjenguk, tapi malah mengirim Bi Asih ke rumah Milea buat mijitin Milea. Dan parahnya lagi Dilan itu nganter Bi Asih ampe depan rumah, tapi ga ikut masuk, malah langsung pergi gitu aja. Sungguh peringai yang kocak dan bisa bikin kita geleng-geleng kepala.

Secara garis besar, ceritanya dikemas dengan degan gaya bahasa pujangga yang apa adanya. Aku yakin kamu juga pasti suka. 

Judul: Dilan (Dia adalah Dilanku tahun 1990)
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books (Mizan Group)
Tahun Terbit: 2014 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 59.000
Jumlah halaman: 330 hal.
ISBN: 978-602-7870-41-3









Leave a Reply

Mengenai Saya

Foto saya

lelaki beruntung yang terlahir dari rahim seorang wanita hebat!
Diberdayakan oleh Blogger.